Sales Competency
Sample reportKompetensi

Sales Competency

Participant: Peserta Contoh · synthetic data for illustration

This is a sample report with synthetic scores — not a real participant. Real reports are generated per session by the scoring engine and are only accessible to the authorized company.

Data Peserta
Nama
Fajar Ramadhan
Posisi Dituju
Account Executive
Usia
28 tahun
Pendidikan
S1 Manajemen Pemasaran
Detail Pelaksanaan
Framework
Situational Judgment Test — tujuh tahapan penjualan
Durasi
18 menit
Kelengkapan
28 dari 28 skenario
Bahasa
Bahasa Indonesia

Ringkasan Eksekutif

Secara keseluruhan, kompetensi penjualan Fajar Ramadhan berada pada rata-rata 67,9 dari 100 (band tinggi-bawah). Tahapan paling menonjol adalah Presentation (81) dan Approach (76) — membuka hubungan dan menyampaikan solusi dengan meyakinkan — sedangkan Follow-Up (55) dan Pre-Approach (58) paling perlu diperhatikan.

PresentationSangat Tinggi
81

Menyampaikan solusi sesuai kebutuhan pelanggan.

ApproachTinggi
76

Membuka hubungan dan membangun kepercayaan awal.

ProspectingTinggi
72

Menemukan dan memetakan calon pelanggan potensial.

ClosingTinggi
69

Mengunci kesepakatan pada momen yang tepat.

Overcoming ObjectionSedang
64

Menangani keberatan dengan tepat.

Pre-ApproachSedang
58

Riset kebutuhan sebelum kontak pertama.

Follow-UpSedang
55

Menjaga hubungan dan kepuasan pasca-penjualan.

Kekuatan
Presentation · Approach
Area Pengembangan
Follow-Up
Logika perhitungan
  • Skor tiap dimensi = persentase poin peserta terhadap poin maksimum dimensi (0–100).
  • Rata-rata profil = (72 + 58 + 76 + 81 + 64 + 69 + 55) ÷ 7 = 67.9.
  • Band: ≥80 Sangat Tinggi · 65–79 Tinggi · 45–64 Sedang · 30–44 Rendah · <30 Sangat Rendah.

Pola Menonjol — Dinamika Antar-Dimensi

Profil peserta menampilkan pola penjual panggung depan: sangat kuat pada momen bertatap muka dengan pelanggan (Approach 76, Presentation 81) namun lebih lemah pada disiplin di luar momen tersebut — riset sebelum kontak (Pre-Approach 58) dan pemeliharaan hubungan pasca-penjualan (Follow-Up 55). Closing (69) dan Prospecting (72) yang baik menandakan siklus penjualannya berjalan; yang berisiko adalah keberlanjutannya, karena penjualan berulang lahir dari tindak lanjut. Membangun ritme dan sistem follow-up adalah titik ungkit pengembangan paling efisien untuk profil ini.

Interpretasi Mendalam per Dimensi

Prospecting

Pada level tinggi (72), peserta cukup andal menemukan dan memetakan calon pelanggan potensial. Ia mengenali segmen yang layak dikejar dan tidak menghabiskan energi pada prospek berpeluang kecil. Corong penjualannya diproyeksikan tetap terisi secara mandiri tanpa perlu banyak diarahkan.

Pre-Approach

Riset kebutuhan sebelum kontak pertama berada pada level sedang (58) — peserta cenderung mengandalkan kekuatan improvisasinya daripada persiapan mendalam. Pada pelanggan korporat yang kompleks, kurangnya riset awal dapat membuat pendekatannya kurang tepat sasaran. Biasakan daftar periksa riset singkat (profil perusahaan, kebutuhan, pengambil keputusan) sebelum setiap kontak pertama.

Approach

Salah satu kekuatan utama (76): peserta luwes membuka hubungan dan membangun kepercayaan awal. Pilihan responnya pada skenario menunjukkan kepekaan memilih momen dan cara masuk yang tidak memaksa. Modal ini membuat pintu pelanggan relatif mudah terbuka untuknya.

Presentation

Tahapan terkuat (81 — sangat tinggi): peserta menyampaikan solusi sesuai kebutuhan pelanggan secara meyakinkan — konsisten memilih menghubungkan fitur dengan masalah nyata pelanggan, bukan sekadar memaparkan produk. Pada momen presentasi, ia adalah aset terbaik tim penjualan. Pastikan kekuatan ini ditopang persiapan pra-kontak agar materi presentasinya selalu relevan.

Overcoming Objection

Penanganan keberatan berada pada level sedang (64): peserta umumnya merespons keberatan dengan tepat, namun pada keberatan harga atau perbandingan kompetitor yang tajam, pilihannya belum selalu optimal. Latihan menangani keberatan berbasis nilai (value-based) akan menaikkan tingkat konversinya.

Closing

Pada level tinggi (69), peserta cukup mampu membaca momen dan mengunci kesepakatan tanpa terkesan memaksa. Dikombinasikan dengan kekuatan presentasinya, sebagian besar peluang yang sudah matang berhasil ia konversi.

Follow-Up

Tahapan paling perlu dilatih (55 — sedang): disiplin menjaga hubungan dan kepuasan pasca-penjualan belum menjadi kebiasaannya. Pola ini berisiko membuat penjualan berhenti pada transaksi pertama — padahal penjualan berulang dan referensi lahir dari tahap ini. Dukung dengan sistem pengingat tindak lanjut dan target aktivitas purna-jual yang eksplisit.

Interpretation

Titik kuat pada Presentation (81) dan Approach (76): membuka hubungan dan menyampaikan solusi dengan meyakinkan. Titik latih paling efektif: Follow-Up (55) dan Pre-Approach (58) — disiplin riset sebelum kontak dan menjaga hubungan pasca-penjualan. Rata-rata 67,9: kompetensi penjualan menyeluruh pada band Tinggi-bawah.

Catatan Metodologi & Keterbatasan

  • Sales Competency berbentuk situational judgment test (SJT): peserta memilih respons terbaik atas 28 skenario penjualan; kunci jawaban disusun berbasis konsensus ahli.
  • Skor per tahapan pada skala 0–100 dengan interpretasi lima band; skor menggambarkan ketepatan bertindak pada situasi tipikal, bukan rekam jejak penjualan aktual.
  • Kesesuaian dinilai relatif terhadap tuntutan peran penjualan yang dituju — tidak ada profil benar/salah mutlak.
  • Hasil merupakan satu sumber informasi pendukung; gunakan bersama wawancara, rekam jejak penjualan, dan data lain.
PRIME Talenta