Leadership Type
Peserta: Peserta Contoh · data sintetis untuk ilustrasi
Ini contoh laporan dengan skor sintetis — bukan peserta nyata. Laporan asli dihasilkan mesin skoring per sesi dan hanya dapat diakses perusahaan yang berwenang.
- Nama
- Bambang Wibisono
- Posisi Dituju
- Manajer Operasional
- Usia
- 38 tahun
- Pendidikan
- S2 Manajemen
- Framework
- Model Gaya Kepemimpinan (Goleman/situasional)
- Durasi
- 22 menit
- Kelengkapan
- 40 dari 40 butir
- Bahasa
- Bahasa Indonesia
Ringkasan Eksekutif
Gaya dominan Bambang Wibisono pada Gaya Kepemimpinan adalah Visionary (skor 80), didukung Coaching (73). Selisih antar-tipe tergolong seimbang.
Inspiratif, fokus pada arah jangka panjang.
Mengembangkan orang lewat umpan balik & mentoring.
Kolaboratif, partisipatif dalam keputusan.
Melayani tim, memprioritaskan kebutuhan anggota.
Tegas, berorientasi hasil & komando jelas.
- Skor tiap dimensi = persentase poin peserta terhadap poin maksimum dimensi (0–100).
- Rata-rata profil = (52 + 80 + 73 + 66 + 61) ÷ 5 = 66.4.
- Band: ≥80 Sangat Tinggi · 65–79 Tinggi · 45–64 Sedang · 30–44 Rendah · <30 Sangat Rendah.
Pola Menonjol — Dinamika Antar-Dimensi
Perpaduan Visionary dominan (80) dan Coaching pendukung (73) membentuk profil 'pemimpin pengembang' — mengarahkan dengan visi sekaligus menumbuhkan orang. Ini gaya yang efektif untuk membangun tim berkinerja tinggi yang termotivasi secara intrinsik. Skor Directive terendah (52) menunjukkan peserta kurang nyaman dengan komando tegas — perlu dilatih untuk situasi krisis yang menuntut ketegasan cepat.
Interpretasi Mendalam per Dimensi
Tegas, berorientasi hasil & komando jelas (52 — Sedang) — gaya yang paling jarang ditampilkan. Peserta kurang nyaman dengan komando tegas; perlu dilatih untuk situasi krisis yang menuntut ketegasan cepat dan didukung struktur eskalasi yang jelas.
Gaya dominan (80 — Sangat Tinggi). Visionary menempatkan peserta sebagai pengarah yang inspiratif. Ia mampu mengomunikasikan tujuan besar, memberi makna pada pekerjaan, dan menggerakkan tim menuju arah jangka panjang. Perlu diperhatikan: fokus pada gambaran besar dapat mengabaikan detail eksekusi harian; perlu mitra yang kuat operasional.
Gaya pendukung (73 — Tinggi). Coaching membuat peserta berorientasi mengembangkan anggota. Ia memberi umpan balik, mendelegasikan untuk pembelajaran, dan berinvestasi pada pertumbuhan tim. Perlu diperhatikan: pendekatan mengembangkan butuh waktu; pada situasi krisis perlu beralih ke gaya lebih direktif.
Kolaboratif, partisipatif dalam keputusan (66 — Tinggi); hadir sebagai gaya pelengkap yang cukup sering ditampilkan.
Melayani tim, memprioritaskan kebutuhan anggota (61 — Sedang); hadir pada kadar moderat sesuai tuntutan situasi.
Profil 'pemimpin pengembang': Visionary dominan (80) dengan Coaching pendukung (73) — mengarahkan dengan visi sekaligus menumbuhkan orang, efektif membangun budaya dan kapabilitas tim jangka panjang. Directive terendah (52) menunjukkan kurang nyaman dengan komando tegas; pada peran operasional dengan tenggat kritis, hal ini perlu dikompensasi struktur eskalasi yang jelas dan kesediaan beralih gaya saat situasi mendesak.
Catatan Metodologi & Keterbatasan
- Leadership Type mengacu pada Model Gaya Kepemimpinan (Goleman/situasional); hasil menggambarkan kecenderungan gaya, bukan kategori kaku. Setiap orang menampilkan semua tipe pada kadar berbeda sesuai situasi.
- Profil tipe disajikan pada skala 0–100; tipe dominan adalah yang paling sering muncul, bukan satu-satunya. Penyetaraan terhadap kelompok norma dijadwalkan pada pemutakhiran berikutnya.
- Hasil merupakan satu sumber informasi pendukung; gunakan bersama wawancara, observasi, dan data lain. Bukan dasar tunggal keputusan seleksi atau penempatan.
- Laporan bersifat rahasia dan hanya untuk pihak yang berkepentingan dalam proses asesmen peserta.
