Subordinate Style
Contoh laporanGaya Kerja

Subordinate Style

Peserta: Peserta Contoh · data sintetis untuk ilustrasi

Ini contoh laporan dengan skor sintetis — bukan peserta nyata. Laporan asli dihasilkan mesin skoring per sesi dan hanya dapat diakses perusahaan yang berwenang.

Data Peserta
Nama
Eko Nugroho
Posisi Dituju
Staff Administrasi
Usia
24 tahun
Pendidikan
D3 Administrasi Bisnis
Detail Pelaksanaan
Framework
Model Followership
Durasi
11 menit
Kelengkapan
28 dari 28 butir
Bahasa
Bahasa Indonesia

Ringkasan Eksekutif

Gaya dominan Eko Nugroho pada Gaya Bawahan adalah Collaborative (skor 79), didukung Compliant (68). Selisih antar-tipe tergolong cukup jelas.

CollaborativeTinggi
79

Mitra dialog atasan, memberi masukan konstruktif.

CompliantTinggi
68

Patuh, mengikuti hierarki & instruksi.

IndependentSedang
57

Bekerja mandiri dengan supervisi minimal.

ResistantRendah
34

Cenderung menolak arahan atau perubahan.

Kekuatan
Collaborative · Compliant
Area Pengembangan
Resistant
Logika perhitungan
  • Skor tiap dimensi = persentase poin peserta terhadap poin maksimum dimensi (0–100).
  • Rata-rata profil = (68 + 79 + 57 + 34) ÷ 4 = 59.5.
  • Band: ≥80 Sangat Tinggi · 65–79 Tinggi · 45–64 Sedang · 30–44 Rendah · <30 Sangat Rendah.

Pola Menonjol — Dinamika Antar-Dimensi

Kombinasi Collaborative dominan (79) dengan Compliant pendukung (68) menggambarkan 'bawahan kemitraan' — kooperatif dan dapat diandalkan, sekaligus mampu memberi masukan. Skor Resistant yang rendah (34) adalah indikasi positif: peserta jarang menolak arahan secara tidak konstruktif. Profil ini menandakan relasi atasan-bawahan yang sehat dan mudah dikelola.

Interpretasi Mendalam per Dimensi

Collaborative

Dominan (79 — Tinggi). Gaya dominan Collaborative menjadikan peserta mitra dialog yang sehat bagi atasan. Ia menjalankan arahan sekaligus memberi masukan konstruktif, menyeimbangkan kepatuhan dengan inisiatif. Perlu diperhatikan: pada atasan yang sangat direktif, gaya kolaboratif perlu kepekaan membaca kapan masukan diterima. Klarifikasi wawancara: minta contoh saat ia menyampaikan pandangan berbeda kepada atasan dan bagaimana hasilnya.

Compliant

Pendukung (68 — Tinggi). Sebagai gaya pendukung, Compliant membuat peserta andal mengikuti arahan dan menghormati hierarki. Ia dapat dipercaya menjalankan instruksi dengan rapi dan konsisten. Perlu diperhatikan: kepatuhan tinggi perlu diimbangi keberanian bertanya saat instruksi kurang jelas atau berisiko. Klarifikasi wawancara: gali bagaimana ia bertindak ketika menerima instruksi yang menurutnya keliru.

Independent

(57 — Sedang) Bekerja mandiri dengan supervisi minimal — hadir pada kadar moderat.

Resistant

(34 — Rendah) Cenderung menolak arahan atau perubahan — skor rendah merupakan indikasi positif: hampir tidak ada penolakan tidak konstruktif terhadap arahan. Gaya supervisi paling efektif: partisipatif dengan ruang diskusi, memberi ruang menyampaikan ide perbaikan agar potensi kolaboratifnya termanfaatkan.

Interpretasi Profil

Gaya dominan Collaborative (79) didukung Compliant (68) — profil 'bawahan kemitraan': kooperatif, andal menjalankan prosedur, sekaligus mampu memberi masukan konstruktif. Resistant rendah (34) menandakan relasi atasan-bawahan yang sehat; gaya supervisi paling efektif adalah partisipatif dengan ruang diskusi.

Catatan Metodologi & Keterbatasan

  • Subordinate Style mengacu pada Model Followership; hasil menggambarkan kecenderungan gaya, bukan kategori kaku. Setiap orang menampilkan semua tipe pada kadar berbeda sesuai situasi.
  • Profil tipe disajikan pada skala 0–100; tipe dominan adalah yang paling sering muncul, bukan satu-satunya. Penyetaraan terhadap kelompok norma dijadwalkan pada pemutakhiran berikutnya.
  • Hasil merupakan satu sumber informasi pendukung; gunakan bersama wawancara, observasi, dan data lain. Bukan dasar tunggal keputusan seleksi atau penempatan.
  • Laporan bersifat rahasia dan hanya untuk pihak yang berkepentingan dalam proses asesmen peserta.
PRIME Talenta